- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
PLN Tekankan Pentingnya Strategi Jangka Panjang pada 16th Kompas100 CEO Forum
Ketahanan Ekonomi Butuh Strategi Nasional yang Kuat

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT. PLN Darmawan Prasodjo (kanan) Bersama menteri investasi dan hilirisasi Republik Indonesia/Kepala BKPM Rosan P Roeslani dan CEO Kompas Lilik Oetama
JAKARTA — Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa kemandirian ekonomi Indonesia hanya dapat dicapai melalui arah pembangunan yang konsisten dan strategi jangka panjang yang berkesinambungan. Penegasan itu disampaikan saat membuka 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11/2025).
Acara tersebut menjadi puncak dari rangkaian diskusi pra-forum CEO Connect dan CEO Insight yang telah berlangsung sejak Oktober 2025. Melalui forum ini, Darmawan mendorong adanya ruang refleksi bagi para pemimpin korporasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan langkah menghadapi tekanan ekonomi global.
“Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus merumuskan strategi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Darmawan dalam siaran pers.
Baca Lainnya :
- Menkeu Purbaya Beri Peringatan Keras: Reformasi Bea Cukai Wajib Tuntas dalam Setahun0
- Menyelaraskan Pembangunan Antarwilayah, Kaltara Gelar Rakor Tiga Hari0
- Pengumuman UMP 2026 Ditunda, Pemerintah Fokus Rampungkan Regulasi Baru0
- Masyarakat Krayan Waspada: Kerusakan Jalan Mulai Muncul, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat0
- Setoran Opsen Samsat Capai Rp17 Miliar, PKB Dominasi Pendapatan Daerah Tarakan0
CEO, Praktisi, dan Kabinet Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional
Dengan mengusung tema “Menavigasi Arah & Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global”, forum ini dihadiri 100 CEO Kompas Emiten, praktisi ekonomi, serta sejumlah menteri kabinet.
Para peserta membedah arah kebijakan nasional, mengevaluasi efektivitas strategi ekonomi yang berjalan, dan merumuskan langkah kolektif untuk memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi perlambatan ekonomi dunia. Salah satu pembahasan mencakup peran inisiatif nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam mendorong kemandirian ekonomi.
CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama, menilai dinamika geopolitik internasional justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat arah pembangunan jangka panjang.
“Tantangan global membuka peluang bagi Indonesia mempercepat transformasi yang terarah dan konsisten,” ujarnya.
Sesi Bincang Menteri: Investasi, Industri, dan Transformasi Ekonomi
Setelah sambutan pembuka, forum dilanjutkan dengan sesi Bincang Menteri. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menekankan bahwa investasi merupakan motor utama transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi dan birokrasi mutlak diperlukan agar Indonesia mampu membangun ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif.
“Kebijakan yang selaras dengan kebutuhan industri adalah kunci menghadirkan investasi bernilai tambah,” tegas Rosan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti perlunya penguatan nilai tambah industri sebagai pilar utama daya saing Indonesia. Pemanfaatan teknologi mutakhir, peningkatan infrastruktur industri, serta koordinasi kebijakan antarkementerian disebut sebagai faktor penentu.
“Transformasi industri tidak mungkin berhasil tanpa ekosistem regulasi, insentif, dan pengembangan SDM yang sejalan,” ujarnya.
Ketahanan Ekonomi Butuh Strategi Nasional yang Kuat
Menutup rangkaian pembahasan, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia membutuhkan strategi pembangunan nasional yang kokoh dan berkelanjutan. Ia mendorong sinergi lebih kuat antara sektor riil, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan dalam jangka panjang.











