- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor

Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memastikan secara langsung upaya pemulihan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh. Bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Kodam Iskandar Muda, TNI AU, serta Polda Aceh, PLN melepas keberangkatan tim tanggap darurat beserta material perbaikan menuju titik-titik terdampak.
Dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Sabtu (29/11), Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa dampak bencana kali ini sangat parah. Sebanyak 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian wilayah masih terisolasi akibat terputusnya jaringan komunikasi dan padamnya listrik.
“Banyak korban, ada kampung yang hilang, dan beberapa wilayah masih belum diketahui kondisinya. Kami mengapresiasi bantuan dari PLN pusat dan PLN Aceh. Semoga dalam waktu dekat aliran listrik bisa kembali menyala,” ungkap Muzakir.
Baca Lainnya :
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi0
- PLN Tekankan Pentingnya Strategi Jangka Panjang pada 16th Kompas100 CEO Forum0
- Pengumuman UMP 2026 Ditunda, Pemerintah Fokus Rampungkan Regulasi Baru0
- Pertumbuhan Ekonomi dan Bansos: Pilar Stabilisasi di Tengah Ketidakpastian0
- Hilirisasi Timah: Strategi Geopolitik dan Ekonomi Indonesia di Era Teknologi0
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas gerak cepat PLN dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menunjukkan komitmen bersama dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dari musibah.
Sementara itu, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa bencana menyebabkan sedikitnya 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV roboh, yang berdampak besar pada suplai listrik di berbagai wilayah.
“Sejak hari pertama terjadi bencana, PLN telah menetapkan status siaga penuh. Hari ini kami melepas tim tanggap darurat dan memastikan kesiapan personel serta material untuk membangun tower transmisi darurat,” ujar Darmawan.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan sekitar 500 petugas gabungan dari berbagai unit di seluruh Indonesia. Material set tower dikirim dari Pulau Jawa menggunakan pesawat Hercules TNI serta didistribusikan melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan helikopter ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Tak hanya fokus pada perbaikan jaringan utama, PLN juga menyiagakan genset di titik-titik vital seperti rumah sakit, puskesmas, bandara, rumah ibadah, dan kantor pemerintahan. Selain itu, lampu darurat didistribusikan ke lokasi pengungsian agar aktivitas warga tetap dapat berlangsung pada malam hari.
PLN juga membentuk sistem island operation di Nagan Raya dengan beban 100 MW serta di Arun dengan beban 16 MW, agar sebagian wilayah Aceh—khususnya fasilitas pelayanan publik—tetap mendapatkan pasokan listrik.
Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, PLN turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako yang secara simbolis diserahkan kepada Gubernur Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.
“Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya dan bekerja 24 jam nonstop demi mempercepat pemulihan. Misi ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal kemanusiaan,” tegas Darmawan.










