- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, agar lebih bijak dan kritis dalam mengakses berbagai produk dan layanan keuangan digital, termasuk aset kripto, platform investasi, dan layanan pinjaman berbasis teknologi. Imbauan ini menekankan pentingnya pemahaman atas risiko yang menyertai inovasi finansial di era digital yang berkembang sangat cepat.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, dalam kegiatan OJK Digital Financial Literacy yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu, 29 November 2025.
Hasan menegaskan bahwa fluktuasi harga yang ekstrem serta potensi penyalahgunaan teknologi dalam sektor keuangan digital menjadikan literasi sebagai benteng utama bagi generasi muda.
Baca Lainnya :
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor0
- Banjir Melanda Sumatera, Efek pada Perekonomian Mulai Terlihat0
- Banjir dan Longsor di Sumatra: Bagaimana Warga Bertahan?0
- Bencana Pada Sumatera, Ekonomi Merana?0
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser0
“Sangat penting bagi kita semua, terutama mahasiswa, untuk benar-benar memahami karakteristik, manfaat, dan risiko dari setiap layanan keuangan digital sebelum memutuskan untuk menggunakannya,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda tidak hanya mampu memaksimalkan manfaat dari aset keuangan digital, tetapi juga mampu melindungi diri dari praktik-praktik ilegal yang semakin marak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, mengajak mahasiswa agar mulai merencanakan keuangan sejak dini dan bersikap bijak sebagai investor di era digital.
Khoirul menyampaikan tiga pesan kunci bagi mahasiswa yang ingin menjadi insan unggul di bidang keuangan digital, yaitu:
-
Memahami produk keuangan sebelum berinvestasi
-
Menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L)
-
Mengembangkan keahlian digital sebagai peluang karier, bukan sekadar spekulasi
Ia juga mengingatkan bahaya investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta praktik judi online yang kerap menyasar generasi muda melalui media sosial dan aplikasi digital.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UMSU, Faisal, mengapresiasi langkah OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan ke masyarakat luas.
“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungannya, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat,” kata Faisal.
Kegiatan ini berlangsung secara hibrida, dihadiri langsung oleh mahasiswa dan dosen UMSU serta diikuti secara daring oleh perwakilan TPAKD dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 600 orang.
Selain sesi utama, juga digelar talkshow bertema “Aset Kripto dan Perkembangan Inovasi Keuangan Digital di Indonesia” yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain:
-
Sukma Lesmana – Ketua CDAC UMSU
-
Jodhi A. Sardjono – Wakil Kepala Eksekutif Aset Digital & Kripto AFSI
-
Ludy Arlianto – Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital (GIKD) OJK
Diskusi ini mengupas tren terkini aset digital, potensi pengembangan kripto berbasis syariah, hingga arah kebijakan OJK dalam membangun ekosistem keuangan digital yang kuat, aman, dan inklusif di Indonesia.
Melalui program OJK Digital Financial Literacy, regulator keuangan berkomitmen memperluas jangkauan edukasi serta mendorong tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator dalam dunia keuangan digital yang berkelanjutan. (*)










