Banjir Melanda Sumatera, Efek pada Perekonomian Mulai Terlihat
Kerusakan Akses Jalan Menjadi Faktor Utama Tekanan Ekonomi di Sumatera

By Uswatung Hasana 29 Nov 2025, 14:52:38 WITA Ekonomi
Banjir Melanda Sumatera, Efek pada Perekonomian Mulai Terlihat

Keterangan Gambar : Kondisi Banjir di Sumatera


Indonesia saat ini sedang dilanda bencana banjir, beberapa wilayah di Sumatera termasuk Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) merupakan pusat bencana alam tersebut. Akibatnya beberapa akses jalan raya terputus dan permukiman warga terendam banjir dan banyak warga yang mengungsi untuk mencari tempat yang aman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat menunjukkan bahwa kerugian dari bencana banjir dan longsor ini tembus di angka Rp. 6,53 Miliar. Kerugian ini meliputi kerusakan rumah warga, infrastruktur, dan sejumlah fasilitas umum. “Kerugian sementara Rp6.533.800.000 dengan dampak terbesar terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan kerugian sementara Rp4.891.000.000,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang, Kamis.

Di sisi ekonomi, dampak bencana ini sudah jelas dirasakan. Menurut laporan CNBC Indonesia menyebutkan bahwa akibat dari akses jalan yang terputus, banyak kegiatan di hotel sumbar yang terpaksa dibatalkan, sehingga sejumlah hotel melaporkan penurunan okupansi yang turun drastis. "Justru, justru sekarang banyak pembatalan. Pembatalan aktivitas, kegiatan, itu banyak dibatalkan. Ada yang okupansinya sampai 0% malah karena wilayahnya itu tidak bisa diakses ya, atau jalan masuk ke dalam daerah tersebut ya putus," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran kepada CNBC Indonesia, Jumat (28/11/2025).

Baca Lainnya :

Selain itu, perdagangan dan pendistribusian barang masyarakat juga terganggu. Banyak pedagang yang mengeluh akibat pasokan barang terhambat karena akses jalan yang masih belum pulih. Kondisi ini mengakibatkan harga barang cenderung mengalami kenaikan, terutama jika perbaikan infrastruktur tidak dilakukan secara cepat.

Sementara itu, laporan dari beberapa media nasional seperti Tempo dan Liputan6 menyoroti kerusakan infrastruktur yang cukup luas. Beberapa ruas jalan retak dan terbelah, jembatan terputus, serta aliran sungai yang meluap hingga ke permukiman padat penduduk. Pemerintah pusat juga telah mengirimkan bantuan logistik dan menyiapkan langkah pemulihan cepat, terutama pada sektor perhubungan dan fasilitas sosial yang dianggap paling penting bagi mobilitas ekonomi suatu masyarakat.

Meskipun upaya bantuan masih terus berdatangan, sejumlah pakar ekonomi daerah mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi setelah bencana lebih banyak membutuhkan waktu dibandingkan perbaikan fisik.

Banjir yang berulang di Sumatera kembali menjadi pengingat bahwa bencana alam membawa dampak yang signifikan dan tidak hanya pada aspek kemanusiaan, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah berharap pemulihan dapat dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat kembali normal dan perputaran ekonomi tidak berhenti terlalu lama.





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Program Pemagangan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.