Bencana Pada Sumatera, Ekonomi Merana?
Bencana Sumatera

By Fauzan 29 Nov 2025, 13:57:39 WITA Ekonomi
Bencana Pada Sumatera, Ekonomi Merana?

Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada 29 November 2025 kembali meluas dan menyebabkan ribuan warga mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem sepanjang pekan terakhir, mengakibatkan infrastruktur utama lumpuh, termasuk jalan nasional dan jalur distribusi logistik.

Kepala BPBD Sumatera Selatan, Eko Budiman, mengatakan bahwa selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik, bencana kali ini sudah mulai memberikan tekanan pada roda perekonomian daerah. "Distribusi barang terhambat, aktivitas pasar terganggu, dan banyak pelaku UMKM terpaksa menghentikan operasional. Dampaknya cukup signifikan," ujarnya.

Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan darurat dan memperpanjang status tanggap darurat untuk memastikan evakuasi dan distribusi logistik tetap berjalan.

Deretan rumah yang hampir seluruhnya terendam menjadi pemandangan umum di wilayah terdampak. Salah satu warga, Siti Marlina, mengaku kehilangan seluruh barang dagangannya yang tersapu arus banjir. "Toko kecil saya habis semua. Biasanya saya menjual kue dan makanan ringan untuk warga sekitar. Sekarang saya tidak tahu harus mulai dari mana," tuturnya menahan haru.

Di tengah keterbatasan, para relawan dan warga terlihat bahu-membahu melakukan evakuasi serta penyaluran makanan siap saji. Anak-anak yang biasanya berangkat ke sekolah kini harus tinggal di posko pengungsian dengan kondisi minim fasilitas.

Bencana ini tidak hanya mengubah wajah kota dalam semalam, tetapi juga menghentikan denyut kegiatan ekonomi di tingkat kecil yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.

Baca Lainnya :

Banjir yang melanda Sumatera kali ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Aktivitas distribusi barang kebutuhan pokok terhambat akibat akses jalan yang terputus, menyebabkan naiknya harga di pasar lokal. Sektor pertanian juga mengalami kerugian besar karena ribuan hektare sawah terendam.

Ekonom regional, Dr. Yohan Pratama, menjelaskan bahwa bencana alam seperti ini dapat menurunkan produktivitas daerah hingga 15% dalam jangka pendek. "Jika kondisi ini berlangsung lebih dari dua minggu, efeknya bisa meluas ke tingkat nasional, terutama terkait inflasi pangan dan gangguan rantai pasok," jelasnya.

Pemerintah dinilai perlu menyiapkan strategi pemulihan jangka pendek dan panjang, termasuk program pemulihan UMKM, rekonstruksi infrastruktur, serta sistem peringatan dini yang lebih efektif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Program Pemagangan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.