Pertumbuhan Ekonomi dan Bansos: Pilar Stabilisasi di Tengah Ketidakpastian
Pilar Stabilisasi di Tengah Ketidakpastian

By SWZ Digital 23 Nov 2025, 11:16:28 WITA Opini
Pertumbuhan Ekonomi dan Bansos: Pilar Stabilisasi di Tengah Ketidakpastian

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen pada triwulan III 2025 kembali menjadi sorotan. Angka ini menunjukkan daya tahan ekonomi nasional menghadapi tekanan global, mulai dari perlambatan perdagangan internasional hingga ketidakpastian geopolitik. Namun di balik pencapaian makro tersebut, pemerintah juga memperluas perlindungan sosial dengan anggaran mencapai Rp 504,7 triliun dalam RAPBN 2025. Kombinasi antara pertumbuhan dan bansos sering dipandang sebagai paradoks, tetapi sesungguhnya ia mencerminkan strategi stabilisasi yang realistis.


Pertumbuhan sebagai Fondasi

  • Laju PDB di atas 5 persen menandakan mesin ekonomi tetap bergerak, terutama melalui konsumsi rumah tangga.
  • Sektor industri dan perdagangan masih menjadi motor utama, meski sektor informal belum sepenuhnya pulih.
  • Pertumbuhan ini memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan tanpa menimbulkan guncangan besar pada defisit.


Baca Lainnya :

Bansos sebagai Penyangga

  • Realisasi bansos Rp 101,1 triliun hingga Agustus 2025 menunjukkan skala intervensi yang masif.
  • Program PKH menjangkau lebih dari 10 juta keluarga, sementara bantuan sembako menyentuh 18,20 juta keluarga.
  • Alih-alih dianggap sebagai “ketergantungan,” bansos dapat dilihat sebagai instrumen menjaga daya beli agar konsumsi tetap stabil, sehingga pertumbuhan tidak kehilangan tenaga.


Logika Kebijakan

  • Dalam konteks ketidakpastian global, bansos berfungsi seperti shock absorber: menahan guncangan agar tidak langsung dirasakan rakyat kecil.
  • Penurunan angka kemiskinan menjadi 8,47 persen pada Maret 2025 memang ditopang transfer bantuan, tetapi hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dalam mencegah lonjakan kemiskinan.
  • Tanpa intervensi, jutaan keluarga berisiko jatuh lebih dalam, yang pada gilirannya bisa memicu krisis sosial.


Tantangan Jangka Panjang

  • Meski bansos menjaga stabilitas jangka pendek, pemerintah tetap dituntut menyeimbangkan dengan program pemberdayaan ekonomi.
  • Sektor informal perlu diperkuat agar rakyat tidak hanya bertahan lewat subsidi, tetapi juga tumbuh melalui produktivitas.
  • Kesenjangan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah besar, sehingga kebijakan redistribusi harus lebih terarah.

Pertumbuhan ekonomi dan bansos bukanlah dua sahabat aneh yang dipaksa akur, melainkan dua pilar yang saling melengkapi dalam menjaga stabilitas nasional. Pertumbuhan memberi ruang fiskal, bansos menjaga daya beli, dan keduanya bersama-sama mencegah gejolak sosial di tengah ketidakpastian global. Tantangan berikutnya adalah memastikan bansos tidak berhenti sebagai penyangga, tetapi menjadi jembatan menuju kemandirian rakyat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Program Pemagangan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.