- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
UMKM Indonesia Melonjakkan Ekspor ke Eropa Pasca IEU-CEPA, Ini Temuannya

JAKARTA — Kesepakatan dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) mulai menunjukkan dampak signifikan bagi pelaku UMKM nasional. Temuan survei terbaru Asia-Europe Trade Report yang dirilis Federal Express Corporation (FedEx) mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM Indonesia mengalami lonjakan perdagangan dengan pasar Eropa sepanjang 2025.
Dari 100 UMKM Indonesia yang disurvei, 87 persen melaporkan peningkatan volume ekspor ke Eropa. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh permintaan konsumen yang kuat (58 persen), harga produk yang kompetitif (51 persen), dan strategi ekspor yang lebih terarah (44 persen).
Baca Lainnya :
- 99 Gerai UMKM Difasilitasi Gratis di Festival Tari Pesisir dan Pedalaman Tana Tidung0
- Polda Kaltara & PT ENM Teken MoU Program Beasiswa untuk Tingkatkan SDM0
- Digitalisasi Keuangan Bulungan: Dari Transparansi Anggaran ke Inklusi Ekonomi Lokal0
- Benuanta Fest 2K25 Tampilkan Budaya, Musik Rock, dan UMKM Lokal0
- Benuanta Fest 2K25 Jadi Ajang Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif Kaltara0
Survei juga menunjukkan bahwa Eropa semakin menjadi pasar utama bagi pelaku usaha Indonesia. Sebanyak 42 persen UMKM kini memiliki setidaknya seperempat basis pelanggan di kawasan itu, sementara 88 persen responden berniat memperluas atau memulai ekspor ke Eropa dalam 1–2 tahun ke depan.
Optimisme UMKM Indonesia pun berada di atas rata-rata Asia Pasifik. Sebanyak 88 persen pelaku usaha melihat prospek bisnis tahun ini lebih cerah dibanding tahun sebelumnya—lebih tinggi 14 persen dari level regional.
Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, mengatakan momentum positif tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai perdagangan global.
> “UMKM Indonesia memanfaatkan pertumbuhan permintaan dan dinamika pasar di Eropa untuk mempercepat ekspansi global mereka,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
---
Tantangan Masih Tinggi: Logistik & Regulasi Jadi Sorotan
Di balik optimisme itu, 98 persen UMKM mengaku masih terdampak oleh gangguan logistik global serta perubahan kebijakan di berbagai negara Eropa. Tantangan utama yang mereka hadapi meliputi:
prosedur bea cukai yang kompleks,
pajak dan tarif impor yang membebani, dan
biaya logistik yang masih tinggi.
Bagi UMKM yang sudah aktif mengekspor ke Eropa, tarif impor dan biaya rantai pasok tetap menjadi hambatan terbesar.
---
Belanda, Jerman, dan Prancis Jadi Tiga Pasar Utama
Survei FedEx menegaskan bahwa tiga negara Eropa paling berpengaruh terhadap perdagangan UMKM Indonesia adalah:
Belanda (pasar masuk utama – 25 persen)
Jerman (68 persen pelaku usaha mengekspor ke negara ini)
Prancis (63 persen)
Hubungan historis Indonesia–Belanda masih menjadikan negara tersebut sebagai “pintu depan” perdagangan. Ketiga pasar ini diprediksi akan tetap menjadi tujuan ekspor utama dalam dua tahun mendatang.
Di level Asia Pasifik, Inggris Raya menjadi gerbang perdagangan terbesar ke Eropa, dipilih oleh 31 persen responden, diikuti Jerman dan Prancis masing-masing 18 persen.
---
Keberlanjutan dan Digitalisasi Temukan Momentum Baru
Dalam pengambilan keputusan bisnis, aspek keberlanjutan (sustainability) semakin berperan penting. Sebanyak 57 persen UMKM Indonesia kini menilai standar keberlanjutan sebagai faktor utama dalam memilih solusi logistik dan mitra rantai pasok.
Menariknya, berbeda dengan banyak pasar Asia Pasifik lainnya yang lebih fokus pada efisiensi biaya, UMKM Indonesia justru menempatkan transformasi digital sebagai prioritas utama.
Hampir 49 persen responden melihat digitalisasi sebagai fondasi pertumbuhan ekspor jangka panjang yang lebih kuat dan berbasis teknologi.
---
Tiga Fokus Utama Penguatan Perdagangan UMKM ke Eropa
UMKM Indonesia menetapkan tiga agenda utama untuk memperkuat ekspor ke Eropa:
1. 38% mencari solusi logistik yang lebih efisien dan hemat biaya.
2. 37% meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen rantai pasok.
3. 37% membutuhkan intelijen pasar dan wawasan lebih mendalam guna memahami kompleksitas pasar Eropa.
Dengan kombinasi momentum IEU-CEPA, transformasi digital, dan perbaikan ekosistem logistik, UMKM Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperluas penetrasi ke pasar Eropa dalam beberapa tahun mendatang. (*)











