- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Ekonom Citi: Tambahan SAL Rp76 Triliun Perkuat Likuiditas dan Dorong Penyaluran Kredit

Jakarta — Penempatan tambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp76 triliun ke perbankan diprediksi akan memperluas ruang likuiditas dan penyaluran kredit industri perbankan pada 2026.
Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman, menyebut kebijakan tersebut mempertebal bantalan likuiditas perbankan, bahkan menjadi salah satu yang terbesar pasca-pandemi Covid-19.
Baca Lainnya :
- BI Pertahankan BI Rate 4,75 Persen di November 2025, Stabilkan Rupiah & Jaga Aliran Modal0
- Komisi VI DPR Peringatkan Risiko Dana Desa Jadi Jaminan Pembiayaan Kopdes Merah Putih0
- Digitalisasi Keuangan Bulungan: Dari Transparansi Anggaran ke Inklusi Ekonomi Lokal0
- Generasi Muda Jadi Motor Ekonomi Kreatif di Kalimantan Utara0
- Bandara Nunukan Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi dan Pertahanan Perbatasan0
“Tahun ini penciptaan likuiditas perbankan cukup besar, mungkin yang paling besar setelah Covid-19. Likuiditas kita bisa mencapai Rp400 triliun di akhir tahun,” ujar Helmi, Rabu (19/11/2025).
Likuiditas Menguat, Kapasitas Kredit Meningkat
Menurut Helmi, tambahan dana SAL akan menjadi dorongan lanjutan yang membuat rasio likuiditas bank semakin baik. Kondisi ini memberi bank ruang lebih besar untuk memperluas kredit pada tahun depan.
“Dengan penambahan likuiditas ini, rasio-rasio likuiditas membaik sehingga meningkatkan kapasitas untuk penyaluran kredit,” terangnya.
Tidak Akan Terkonsentrasi di Himbara
Terkait kekhawatiran bahwa dana SAL akan terpusat di bank-bank Himbara, Helmi menilai pergerakan dana tersebut akan tetap menyebar ke seluruh sistem perbankan.
“Ketika kredit yang diberikan dipakai atau dibelanjakan, dana itu akan menyebar ke sistem. Tidak hanya terpusat pada bank tertentu,” jelasnya.
Pemerintah Tambah Dana SAL Rp76 Triliun
Pemerintah sebelumnya menambah penempatan dana SAL sebesar Rp76 triliun per 10 November 2025, yang dialokasikan kepada:
Bank Mandiri — Rp25 triliun
BRI — Rp25 triliun
BNI — Rp25 triliun
Bank Jakarta — Rp1 triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penempatan dana ini bertujuan mendorong pertumbuhan kredit. Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit pada September 2025 mencapai 7,2 persen (yoy), meningkat dari 7,0 persen (yoy) pada Agustus 2025.
Dukung Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih
Selain memperkuat perbankan, Purbaya menyatakan bahwa dana SAL juga dapat digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Melalui skema tersebut, pelaku KDMP dapat mengakses pinjaman dengan bunga hanya 2 persen.











