- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
BI Pertahankan BI Rate 4,75 Persen di November 2025, Stabilkan Rupiah & Jaga Aliran Modal

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen pada November 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18–19 November 2025.
Selain BI Rate, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen.
Baca Lainnya :
- Komisi VI DPR Peringatkan Risiko Dana Desa Jadi Jaminan Pembiayaan Kopdes Merah Putih0
- Digitalisasi Keuangan Bulungan: Dari Transparansi Anggaran ke Inklusi Ekonomi Lokal0
- Generasi Muda Jadi Motor Ekonomi Kreatif di Kalimantan Utara0
- Bandara Nunukan Diproyeksikan Jadi Simpul Ekonomi dan Pertahanan Perbatasan0
- KOMISI IX DPR RI RAPAT PANJA REVISI RUU KETENAGAKERJAAN0
“RDG memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG, Rabu (19/11/2025).
Demi Stabilkan Rupiah dan Menarik Modal Asing
Perry menjelaskan, keputusan menahan suku bunga sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mendorong masuknya investasi portofolio asing di tengah meningkatnya gejolak pasar keuangan global.
“Keputusan ini konsisten menjaga stabilitas rupiah serta mendukung aliran masuk portofolio asing,” jelas Perry.
BI menilai kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian memerlukan langkah berhati-hati guna mencegah volatilitas nilai tukar yang berlebihan.
Pertimbangkan Ruang Penurunan Suku Bunga ke Depan
Meskipun menahan suku bunga saat ini, BI membuka peluang penurunan BI Rate pada periode berikutnya dengan mempertimbangkan prospek inflasi ke depan.
“BI akan mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan perkiraan inflasi 2025–2026 di kisaran 2,5 persen ±1 persen, serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambah Perry.
Penguatan Kebijakan Makroprudensial
Selain kebijakan suku bunga, BI juga memperkuat pelonggaran makroprudensial dengan memaksimalkan efektivitas penyaluran likuiditas ke sektor perbankan. Langkah ini diharapkan mempercepat pertumbuhan kredit, terutama pada sektor riil prioritas pemerintah.
Dorong Digitalisasi Sistem Pembayaran
Di sektor sistem pembayaran, BI melanjutkan kebijakan perluasan digitalisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui:
peningkatan akseptasi pembayaran digital,
penguatan infrastruktur industri sistem pembayaran,
dan penguatan ketahanan infrastruktur tersebut.
“BI memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutup Perry.











