- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Ritual, Parade, dan Harmoni: Tarakan Rayakan Keindahan Budaya Lewat Iraw Tengkayu XIV
Perayaan budaya terbesar di Tarakan ini menegaskan kekuatan keberagaman melalui kolaborasi seni, adat, dan tradisi yang menyatukan berbagai etnis di Bumi Paguntaka.

Keterangan Gambar : Foto : Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan Pesan terkait kebudayaan Festival Iraw Tengkayu ke 14
TARAKAN — Kota Tarakan kembali berdenyut dengan semangat kebersamaan lewat Festival Irau Tengkayu ke-14, sebuah pesta budaya yang tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga meneguhkan identitas lokal sebagai rumah bagi berbagai suku dan tradisi.
Warisan Tradisi yang Tetap Hidup
Diselenggarakan pada 6–10 Oktober 2025, festival ini menjadi panggung megah bagi kekayaan budaya Suku Tidung, dengan puncak acara berupa ritual sakral Pesta Laut atau Irau. Tradisi turun-temurun ini melambangkan ungkapan syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan atas rezeki yang dilimpahkan dari laut.
Lebih dari sekadar seremoni adat, ritual ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal masih hidup di tengah derasnya arus modernisasi.
Parade Budaya: Simfoni Keberagaman
Ribuan warga memenuhi jalan-jalan utama Tarakan untuk menyaksikan parade budaya multietnis yang memukau. Beragam busana adat, tarian tradisional, dan pertunjukan seni mewarnai suasana, menghadirkan kolaborasi indah antara Suku Tidung, Bugis, Jawa, Banjar, Dayak, hingga Tionghoa.
Harmoni budaya yang tercipta menjadi simbol nyata toleransi dan persatuan di kota kecil yang penuh warna ini.
Baca Lainnya :
- Iraw Tengkayu 2025: Festival Budaya Tarakan Kembali Masuk Kharisma Event Nusantara0
- Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Budaya Iraw Tengkayu XVI di Tarakan0
- Disnakertrans Nunukan Tingkatkan Kualitas BLK, Siapkan SDM Siap Bersaing di Era Industri0
- Warga Minta Pemerintah Serius Bangun Perbatasan0
- Perumda Tirta Alam Tarakan Segera Tambah Direksi, Sesuai Aturan Baru Pemerintah0
Dukungan Pemerintah dan Harapan Masa Depan
Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, menegaskan bahwa Festival Irau Tengkayu bukan sekadar ajang hiburan rakyat, melainkan momentum memperkuat jati diri budaya dan mempererat solidaritas antarwarga.
Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen menjadikan festival ini agenda tahunan unggulan yang mampu menarik wisatawan, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif masyarakat.
Lebih dari Sekadar Festival
Irau Tengkayu bukan hanya perayaan budaya—ia adalah manifestasi dari semangat gotong royong, toleransi, dan cinta terhadap tradisi. Di tengah perubahan zaman, festival ini menjadi pengingat bahwa menjaga budaya berarti menjaga jiwa bangsa.











