Inflasi Rendah, Nunukan Bukti Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah

By Budiman 05 Nov 2025, 13:39:50 WITA Nunukan
Inflasi Rendah, Nunukan Bukti Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan melaporkan inflasi year-to-date hingga Oktober 2025 mencapai 1,63 persen. Angka tersebut menunjukkan harga barang dan jasa di daerah perbatasan ini masih relatif stabil sepanjang tahun berjalan.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengatakan capaian itu mencerminkan keberhasilan pengendalian harga yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Inflasi di Nunukan hingga Oktober 2025 masih tergolong aman. Kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan tekanan signifikan bagi masyarakat,” ujar Iskandar saat ditemui di Kantor BPS Nunukan, Selasa (4/11).

Baca Lainnya :

Berdasarkan data BPS, inflasi Nunukan lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi gabungan Provinsi Kalimantan Utara yang mencapai 1,91 persen, serta inflasi nasional yang berada di angka 2,10 persen.
Sementara dua daerah lain di Kaltara, yakni Tarakan dan Tanjung Selor, mencatat inflasi masing-masing 2,01 persen dan 2,11 persen.

Dengan demikian, Nunukan menjadi wilayah dengan inflasi terendah di Kalimantan Utara, sekaligus masih berada di bawah target inflasi nasional 2025 yang ditetapkan sebesar 2,5 ± 1 persen (kisaran 1,5–3,5 persen).

Iskandar menjelaskan bahwa untuk menilai stabilitas harga, inflasi harus dilihat dari dua komponennya, yaitu inflasi inti dan non-inti. Inflasi inti mencerminkan kestabilan harga jangka panjang yang dipengaruhi oleh faktor fundamental ekonomi, sedangkan inflasi non-inti bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh harga pangan dan kebijakan pemerintah.

Menurutnya, inflasi di Nunukan selama Oktober terutama disumbang oleh kelompok non-inti, khususnya perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 6,88 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang meningkat 3,11 persen.
Kenaikan tersebut berkaitan dengan biaya energi dan jasa rumah tangga yang mengalami penyesuaian.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau hanya naik 1,38 persen, menandakan harga bahan pangan masih terkendali. Beberapa komoditas seperti tomat, ikan bandeng, dan bawang merah mengalami kenaikan harga, namun tertahan oleh penurunan harga tempe, tahu, cabai rawit, dan bawang putih.

“Secara keseluruhan, stabilitas harga di Nunukan masih sangat baik. Inflasi inti tetap terjaga, sementara harga pangan cukup stabil. Itu sebabnya inflasi kita lebih rendah dibanding provinsi maupun nasional,” jelas Iskandar.

Dengan inflasi year-to-date sebesar 1,63 persen dan year-on-year 1,68 persen, Kabupaten Nunukan dinilai berhasil menjaga kestabilan harga di tengah berbagai tekanan ekonomi global dan regional.

Iskandar menambahkan, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi teknis untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang akhir tahun, agar stabilitas harga tetap terjaga.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Program Pemagangan

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.