- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Ekspor Kaltara Turun 50 Persen, Sektor Tambang Jadi Faktor Utama

Keterangan Gambar : Salah satu tambang di Kalimantan Utara
TANJUNG SELOR – Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami penurunan tajam sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah tersebut merosot hingga 50,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Kaltara, Masud Rifai, menyampaikan bahwa total ekspor pada Januari–September 2025 hanya mencapai US$ 1,022 miliar, turun dari US$ 2,062 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
“Penurunan ekspor ini terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja sektor nonmigas yang turun 50,32 persen, dari US$ 2,049 miliar menjadi US$ 1,018 miliar,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (7/11/2025).
Menurut Masud, anjloknya nilai ekspor nonmigas terutama dipicu oleh turunnya ekspor hasil tambang sebesar 59,70 persen, serta hasil industri sebesar 11,11 persen. Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya ketergantungan ekonomi Kaltara terhadap komoditas tambang.
Baca Lainnya :
- Daya Beli Meningkat, BPS Catat IPM Indonesia Masuk Kategori Tinggi0
- Prabowo Dorong Kolaborasi Antar-Lembaga untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional0
- Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,61 Persen di Triwulan III, Konstruksi Jadi Penopang Utama0
- Kaltara Catat Kinerja Ekonomi Positif, BPS Ungkap Pertumbuhan Stabil0
- Inflasi Rendah, Nunukan Bukti Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah0
“Kontribusi sektor pertambangan sangat besar, jadi ketika harga dan volume ekspor turun, dampaknya langsung terasa pada total ekspor daerah,” jelasnya.
Pada September 2025, BPS mencatat nilai ekspor Kaltara hanya US$ 97,65 juta, turun 20,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 122,35 juta. Penurunan serupa juga terjadi pada ekspor nonmigas, dari US$ 121,61 juta menjadi US$ 96,98 juta.
Masud mengungkapkan, tujuan ekspor dari Kaltara masih didominasi oleh negara-negara di kawasan Asia. Tiongkok menjadi pasar utama dengan porsi 47,95 persen dari total ekspor, diikuti Filipina sebesar 20,68 persen, dan India sebesar 5,54 persen.
“Sebenarnya ada delapan negara tujuan ekspor, tetapi tiga negara ini menyerap paling besar dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Ia menegaskan, dominasi Tiongkok masih sangat kuat sebagai mitra dagang utama Kaltara.
“Hampir separuh ekspor kita masih mengalir ke Tiongkok,” tandasnya.











