- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
5 Tanda Tersembunyi Gula Darah Tak Stabil Meski Hasil Tes Normal, Waspada Risiko Diabetes

Hasil pemeriksaan gula darah tidak selalu menggambarkan kondisi tubuh yang sebenarnya. Pada beberapa orang, terutama yang mengalami resistensi insulin tersembunyi, tubuh dapat menunjukkan gejala awal meski angka laboratorium masih terlihat normal. Kondisi ini terjadi saat sel-sel tubuh kesulitan memanfaatkan glukosa, sehingga memicu gangguan metabolik tanpa disadari.
Ahli gastroenterologi, Dr. Pal Manickam, menjelaskan bahwa diabetes tidak hanya diukur dari angka pada hasil lab, tetapi juga dari bagaimana tubuh memberikan respons sehari-hari. "Tubuh sering mengirimkan sinyal halus sebelum gejala besar muncul," ujarnya dikutip dari Times of India.
Berikut lima tanda yang dapat menunjukkan gula darah sebenarnya belum terkendali:
Baca Lainnya :
- Ini Durasi Ideal Main Medsos Menurut Ahli agar Terhindar dari Brain Rot0
- BMKG Tarakan Tegaskan: Potensi Gempa Bukan Ramalan Waktu Kejadian0
- Sering Begadang Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Penjelasan Ilmiahnya0
- Polres Tarakan Dorong Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Jagung Pipil0
- Ilmuwan BRIN Jelaskan Isu Air Aqua dari Sumur Bor dan Risiko Longsor, Ini Faktanya0
1. Selalu Lemas Meski Sudah Cukup Tidur
Jika tetap merasa lesu walaupun tidur cukup, bisa jadi sel tubuh kekurangan energi akibat glukosa tidak digunakan secara efektif. Kelelahan karena resistensi insulin biasanya menetap sepanjang hari dan tidak membaik hanya dengan istirahat.
Tips mengatasinya: Perbanyak makanan tinggi serat, protein, dan lemak sehat. Setelah makan, coba berjalan kaki 10–15 menit untuk membantu tubuh menggunakan glukosa lebih baik.
2. Selalu Menginginkan Makanan Manis
Dorongan untuk mencari cemilan manis setelah makan besar bisa menjadi tanda fluktuasi gula darah. Ketika gula darah melonjak lalu turun cepat, tubuh akan meminta “perbaikan cepat” berupa makanan manis.
Solusi: Ganti dessert dengan buah segar atau kurma. Tambahkan rempah penstabil gula darah seperti kayu manis atau fenugreek ke dalam menu harian.
3. Brain Fog atau Sulit Fokus
Ketidakseimbangan gula darah dapat memengaruhi suplai energi ke otak. Akibatnya, seseorang lebih mudah lupa, sulit konsentrasi, dan cepat mengalami perubahan mood.
Saran: Jangan biarkan perut kosong terlalu lama. Konsumsi camilan sehat seperti kacang, telur rebus, atau yogurt. Pastikan juga minum air putih cukup agar aliran darah tetap optimal.
4. Sering Terbangun untuk Buang Air Kecil di Malam Hari
Bangun satu hingga dua kali di malam hari untuk buang air kecil bisa menandakan ginjal bekerja ekstra untuk menyaring kelebihan gula dalam darah.
Pencegahan: Hindari minuman manis dan karbohidrat sederhana saat malam hari. Jika kondisi berlanjut, pertimbangkan pemeriksaan lanjutan seperti HbA1c atau tes toleransi glukosa.
5. Masalah Kulit yang Tak Kunjung Membaik
Infeksi jamur berulang, luka yang lambat sembuh, hingga ruam kulit dapat mengindikasikan tingginya kadar gula dalam jaringan. Gula berlebih menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme dan memperlambat proses pemulihan.
Cara merawat: Jaga kebersihan kulit, kurangi asupan gula, dan konsumsi makanan kaya zinc serta vitamin C untuk mendukung penyembuhan.
Mengamati sinyal-sinyal kecil dari tubuh dapat membantu mendeteksi gangguan gula darah lebih dini. Bila mengalami beberapa tanda di atas, konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan tepat sebelum berkembang menjadi diabetes.











