- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Vivo & BP Batal Beli BBM Pertamina, Shell Hentikan Negosiasi karena Etanol
Pertamina gagal menjual base fuel ke SPBU swasta. Vivo dan BP membatalkan pembelian, sementara Shell tak melanjutkan negosiasi. Kandungan etanol jadi alasan utama penundaan.

Keterangan Gambar : Ilustrasi
Jakarta – Rencana penjualan base fuel Pertamina ke sejumlah SPBU swasta batal terlaksana. Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menyampaikan hingga 26 September 2025 tidak ada satu pun badan usaha swasta yang sepakat membeli BBM dasar tersebut.
Padahal sebelumnya, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia (Vivo) sempat menyatakan minat membeli base fuel di tengah kelangkaan pasokan BBM di SPBU non-Pertamina.
“Sampai 26 September malam tidak ada satupun SPBU swasta yang bersepakat dengan kami. Sementara ini tidak ada yang membeli,” ungkap Achmad dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Baca Lainnya :
- Festival Iraw Tengkayu 2025 Jadi Ajang Diplomasi Budaya Internasional0
- Magang Nasional Dibuka 15 Oktober 2025, Kuota 20 Ribu Fresh Graduate!0
- Ribuan Pelari dan 32 Guru Besar Meriahkan wondr ITB Ultra Marathon 20250
- Produksi Jagung Kaltara Kuartal III 2025 Capai 83,55 Ton, Polda Dukung Ketahanan Pangan Nasional0
- GEMA Tarakan Bersatu Kecewa atas Jawaban Pertamina EP Tarakan Field Terkait Transparansi CSR0
Awalnya Vivo & BP Minat, Shell Tertahan Prosedur
Menurut Achmad, awalnya Vivo sempat sepakat membeli 40 ribu barel dari total 100 ribu barel kargo impor yang ditawarkan Pertamina Patra Niaga. BP-AKR juga menunjukkan minat, sementara Shell terkendala prosedur birokrasi internal sehingga negosiasi tidak bisa dilanjutkan.
Namun, dalam perkembangannya, Vivo membatalkan rencana pembelian dan BP-AKR pun menarik diri.
Kandungan Etanol Jadi Isu Utama
Faktor utama yang membuat SPBU swasta menunda pembelian adalah kandungan etanol pada base fuel.
“Isu yang disampaikan rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai kandungan etanol,” jelas Achmad.
Sesuai aturan, kandungan etanol di BBM diperbolehkan hingga 20 persen. Hasil uji laboratorium terhadap base fuel dari kargo MT Sakura yang diimpor dari Singapura menunjukkan kadar etanol hanya 3,5 persen.
Meski aman dan sesuai regulasi, SPBU swasta menilai komposisi tersebut dapat memengaruhi spesifikasi produk masing-masing merek, sehingga mereka memilih menunda pembelian.
Ada Peluang Negosiasi Ulang
Kendati batal di tahap awal, Achmad memastikan pintu negosiasi dengan SPBU swasta tetap terbuka.
“Teman-teman SPBU swasta berkenan jika pada kargo berikutnya kontennya sesuai dengan spesifikasi produk masing-masing. Mereka siap bernegosiasi kembali,” ujarnya.
Base fuel yang ditawarkan Pertamina merupakan BBM hasil kilang maupun impor dengan RON 92 dan 98. Produk ini masih berbentuk bahan bakar dasar, belum dicampur aditif yang biasanya menjadi pembeda utama antar merek SPBU.

Kesimpulan
Batalnya penjualan base fuel Pertamina ke SPBU swasta menegaskan bahwa standar spesifikasi BBM sangat krusial bagi setiap operator. Meski kandungan etanol masih dalam batas aman, perbedaan karakteristik produk membuat Vivo, BP, dan Shell memilih menunda kerja sama. Pertamina sendiri membuka peluang negosiasi kembali untuk pasokan berikutnya.











