- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Layanan Lumpur Tinja Jadi Inovasi Baru Tingkatkan Pendapatan Daerah
Pemkab Tana Tidung Optimalkan Pengelolaan Sanitasi untuk Tambah Pendapatan Daerah

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus berinovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya melalui penerapan layanan penyedotan lumpur tinja yang kini mulai dijalankan di 25 desa pada empat kecamatan.
Program ini resmi disosialisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUPRKP) di Pendopo Djaparuddin, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kamis (9/10/2025).
Kabid Cipta Karya dan Jasa Konstruksi DPUPRKP Tana Tidung, Rico Ardianto, menjelaskan bahwa layanan tersebut bukan sekadar upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Baca Lainnya :
- Wabup Tana Tidung Buka TMMD ke-126, Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan dan Jaga Semangat Gotong Royo0
- APBD Tertekan, Pemkot Tarakan Genjot PAD di Tengah Pemotongan Dana Pusat0
- Produktivitas Padi Naik, Pemkab Bulungan Yakin Capai Swasembada 20260
- Program MBG di Sekolah Rakyat Tarakan Lebih Lengkap, Siswa Dapat 3 Kali Makan dan 2 Kudapan0
- Penerimaan Pajak Kendaraan di Nunukan Baru 39 Persen, Bapenda Akui Terhambat Insentif Fiskal0
“Melalui pengelolaan retribusi layanan penyedotan lumpur tinja, kita tidak hanya meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan awal, potensi pendapatan dari retribusi penyedotan lumpur tinja diperkirakan mencapai Rp25 juta per bulan, tergantung dari partisipasi masyarakat dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.
Pendapatan tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan layanan publik dan pembiayaan kegiatan sanitasi di wilayah Tana Tidung.
Selain menambah PAD, program ini juga memberikan manfaat langsung bagi warga. Dengan tarif sekitar Rp350 ribu per penyedotan, masyarakat dapat menghemat biaya pembangunan septic tank baru yang bisa mencapai Rp5 juta.
Rico menambahkan, penyedotan secara berkala juga membantu memperpanjang usia septic tank hingga tiga tahun, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
Program pelayanan lumpur tinja ini akan dilaksanakan di 25 desa yang tersebar di Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, Betayau, dan Muruk Rian.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) agar fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi optimal.
“Kami berharap masyarakat memahami tata cara layanan, mekanisme retribusi, serta manfaat kesehatan dan lingkungan dari penyedotan lumpur tinja secara rutin,” tambah Rico.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Kadis PUPRKP H. Hadi Aryanto, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, unsur TNI–Polri, para kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Acara dibuka oleh Asisten Daerah Uus Rusmanda, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi antara masyarakat, aparat, dan seluruh elemen agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegas Uus.
Dengan diterapkannya layanan ini, Pemkab Tana Tidung berharap dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta mendukung peningkatan ekonomi daerah melalui retribusi berbasis pelayanan publik.











