- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
Istana Jelaskan Alasan Penayangan Video Presiden Prabowo di Bioskop
Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi

Keterangan Gambar : Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi
JAKARTA – Media sosial diramaikan oleh kemunculan video Presiden Prabowo Subianto yang menampilkan berbagai capaian pemerintah, diputar di layar bioskop sebelum film dimulai. Pihak Istana pun memberikan penjelasan mengenai tujuan penayangan tersebut.
Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa bioskop merupakan ruang publik yang wajar digunakan untuk menyampaikan berbagai pesan, termasuk pesan pemerintah.
“Layar bioskop sama halnya dengan televisi atau media luar ruang lain, yang bisa diisi dengan beragam pesan, termasuk komersial. Kalau iklan komersial saja diperbolehkan, mengapa pesan pemerintah dan presiden tidak boleh?” kata Hasan kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).
Baca Lainnya :
- Viral Cara Mudah Membuat Miniatur AI dari Foto Pribadi Bisa Pose Pegang Action Figure0
- Kelompok Usaha Perikanan dan Pertanian di Tarakan Terima Bantuan Pemkot0
- BI Catat Pertanian Dominasi Penyerapan Pekerja di Kalimantan Utara0
- BI Prediksi Ekonomi Kaltara 2025 Tumbuh Lebih Tinggi0
- Kasus Dugaan Penipuan Mandek, Penasehat Hukum Warga Krayan Kritik Kinerja Polres Nunukan0
Hasan menegaskan bahwa penayangan video tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang sudah dikerjakan pemerintah.
“Pemerintah ingin sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia agar mereka mengetahui banyak hal yang telah dikerjakan. Pesan pemerintah ini ditayangkan di waktu tunggu sebelum pemutaran film, sama seperti pesan komersial,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan detikcom pada Minggu (14/9), video itu menampilkan cuplikan kegiatan Presiden Prabowo beserta potongan pernyataannya. Disertakan pula data capaian program pemerintah, antara lain:
-
Total produksi beras nasional hingga Agustus 2025 mencapai 21.760.000 ton.
-
5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi.
-
80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan.
-
100 Sekolah Rakyat telah dibuka.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus juru bicara Istana, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa penggunaan media publik untuk penyampaian pesan merupakan hal lumrah selama sesuai aturan.
“Selama tidak melanggar ketentuan dan tidak mengganggu kenyamanan maupun keindahan, pemanfaatan media publik untuk menyampaikan pesan adalah hal yang wajar,” ujar Prasetyo.











