- Ibrahim Ali Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2025 atas Komitmen Pendidikan di Tana Tidung
- OJK Ingatkan Anak Muda Bijak Menggunakan Produk Keuangan Digital dan Kripto
- PLN Kerahkan 500 Petugas Pulihkan Listrik Aceh Pascabencana Banjir dan Longsor
- Produksi Beras Nunukan 2025 Diproyeksikan Turun 12 Persen, Puncak Panen Bergeser
- Pelunasan Haji 2026 Baru 0,95 Persen, BSI Catat Pelunasan Tertinggi
- APBD Bulungan 2026 Turun 13,33 Persen, Pemkab Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
- Dampak Awal Bencana terhadap Ekonomi di Sumatera
- Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 menunjukkan tren positif
- DPRD Kaltara Desak Perbaikan Lampu Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan
- Pengajuan Surat Izin Praktek Perawat Mendominasi di Tarakan
13 Kasus Karhutla Terjadi di Tarakan, BPBD Perkuat Kapasitas Tim TRC PB
BPBD Tingkatkan Kapasitas Tim Reaksi Cepat

Keterangan Gambar : kepala BPBP Kota Tarakan
TARAKAN, Koran Kaltara – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada 13 kasus Karhutla, angka yang dinilai cukup tinggi untuk wilayah kota.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Tarakan Timur menjadi wilayah dengan titik kebakaran terbanyak, terutama di Kelurahan Pantai Amal dengan tujuh titik api yang berhasil terpantau tim lapangan. Sementara itu, di Kelurahan Kampung Satu Skip, tercatat tiga titik kebakaran yang telah ditangani.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) melalui berbagai kegiatan pelatihan.
Pelatihan TRC PB ini lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Materi pelatihan mencakup metode serangan 1 dan 2 dalam pemadaman, hingga penggunaan relay pump untuk mendukung penanganan Karhutla di medan sulit.
Yonsep menegaskan, TRC PB merupakan ujung tombak dalam setiap penanganan bencana, termasuk Karhutla. Karena itu, peningkatan keterampilan dan kesiapsiagaan personel sangat penting.
Dengan adanya pelatihan ini, kami harapkan personel TRC PB semakin sigap dan solid, sehingga bisa merespons setiap kejadian dengan cepat, tepat, dan efektif,” katanya.
Selain teknis, BPBD juga memperkuat solidaritas dan koordinasi tim melalui simulasi rutin. Hal ini, menurut Yonsep, menjadi kunci dalam menjaga profesionalitas dan kesiapan menghadapi potensi bencana di Tarakan.
BPBD Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penanganan bencana, baik melalui pencegahan maupun respons darurat.
“Kami akan terus berkomitmen melaksanakan tugas secara profesional. Dengan kesiapan yang semakin baik, kami optimistis tantangan kebencanaan, termasuk Karhutla, bisa dihadapi dengan lebih efektif,” pungkas Yonsep.











